Masyarakat Jawa adalah salah satu suku suku terbesar di Indonesia.
Pengaruh kepercayaan suku ini pun sangatlah besar. Banyak tradisi
masyarakat Jawa yang menjadi kebiasaan bahkan menyatu dengan kebudayaan
lain yang ada di sekitarnya. Contohnya saja tradisi yang dilakukan ketika seseorang meninggal atau sering disebut tahlilan.
Suku
Jawa memiliki kepercayaan bahwa ketika seseorang meninggal arwah orang
tersebut masih berada di sekitar rumah keluarganya. Oleh karena itu
mereka mengadakan pengajian untuk mendoakan arwah tersebut. Pengajian
dapat dilakukan ketika 7 hari bahkan 1000 hari setelah
meninggalnya seseorang. Mereka percaya pada 7 hari seseorang meninggal
arwah orang tersebut masih berada di sekitar rumah untuk melihat keadaan keluarganya, sedangkan saat 100 hari arwahnya sedang berada pada penantian di alam kubur untuk
dihisab.
Namun itu semua hanya sebuah kepercayaan. Pada
hakikatnya jika seseorang telah meninggal berarti ia telah kembali ke
pencipta-Nya. Tugas kita sebagai umat yang beragama dan peduli akan
sesama adalah untuk mendoakannya. Tradisi ini adalah wujud kepedulian
masyarakat terhadap salah satu individu yang meninggal dunia di sekitar
lingkungannya. Mereka berbondong-bondong mengundang para tetangga untuk
saling bersilaturahmi dan mereka berharap dari sekian banyak orang yang
berdoa ada salah satu orang yang doanya
dikabulkan oleh Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar